Selasa, 22 Juni 2010

Perpisahan Bukan Akhir Dari Segalanya, Teman.

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar’na waktu ini yang ‘kan kita banggakan di hari tua

Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti…

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

B04 >>>> FUN FUN FUN !!!!!!! beeerrrrrr...



perpisahan itu bukan akhir dari segalanya, tetapi sangat sulit tuk melaluinya dan kita harus bisa.
Berpisah, bukan juga akhir dari segalanya.
Kita masih satu kota, satu daerah, satu kampus, malah ad yang satu departemen kan???
malah ada juga yang satu kosan atau satu kontrakan deh gw rasa.

Tapi satu hal yang pasti, kenangan bersama kalian ga akan pernah gw lupain, sampe kapan pun.
sampe gw lulus, sampe gw kerja, nikah, punya anak, punya cucu,punya cicit (nah loh, ko jadi kaga nymbung ya gw. pisssss. heheheh)

Kamis, 18 Maret 2010

Perlukah absensi kuliah?

Absensi kuliah merupakan tanda kehadiran mahasiswa yang mengikuti perkuliahan. Ada kalanya absensi digunakan sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian akhir. Bahkan, beberapa dosen memberi bobot sekian persen pada penilaian akhir. Namun, tak sedikit pula dosen yang tidak menghiraukan absensi ini. Secara pribadi sih, saya juga merasa tidak perlu lah absensi ini dipakai sebagai pra syarat untuk ini itu, karena sudah saatnya mahasiswa diberikan tanggung jawab penuh untuk kuliah.

Adapun seorang mahasiswa akan dengan sendirinya mengikuti perkuliahan apabila dosen mengajar dengan baik, sehingga dengn sendirinya mata kuliah itu menarik bagi peserta kuliahnya. Sudah bukan rahasia umum apabila absensi memberi bobot pada penilaian akhir, mahasiswa cenderung ‘nitip’ absen pada temannya. Bayangkan saja, apabila sejak di bangku kuliah sudah sering titip absen, apa jadinya nanti saat mahasiswa-mahasiswa ini 10-20 tahun ke depan apabila memegang perananan di berbagai sektor penting di negeri ini. Tak perlu jauh-jauh, lihat saja anggota dewan yang ‘ingin’ dikatakan terhormat, tak jarang dalam liputan berita-berita di televisi kita melihat mereka hanya tidur saja, tidaklah salah banyak orang yang menganggap mereka hanya makan gaji buta. Jadi, menurut anda perlukah absensi kuliah? Well, itu kembali pada anda sendiri :)


copy from blog's Andre Puja Oktora

Minggu, 14 Maret 2010

Bukan Bertambah Tapi Berkurang

MAsih ku ingat, 100391 saat ibuku melahirkan aku.
Dan sekarang aku tumbuh dewasa.
100310. Tepatnya sekarang usiaku 19 tahun.

Kejutan demi kejutan datang. Mulai dari sms yang jumlahnya jauh dari biasanya, sampe2 udah ada yang aku hapus. Bukan maksudku ngapus kenangan ini, tapi apa daya, Yuyun, HP kesayanganku yang kapasitas memorinya amat sangat minim untuk ukuran HP canggih. Kejutan lain datang dari temen2 asramaku (maaf ya, aku waktu itu ga ikut soga, aku sakit=_= ). Temen2 satu lorongku dateng ke kamar. Dengan ammah (ammah Mia, makasih banyak. Hehehe, maaf ya aku langsung nangis waktu meluk ammah, Aish juga. Maaf Is, aku nangis.hehheee).


Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia serta mulia serta muliaaaaa…..

Happy birthday, wish u all the best.
Met ultah, semoga panjang umur, sehat selalu dan apa yang di cita-citakan bisa terkabul. Aminnnn….

Selasa, 09 Maret 2010

8 Cara LUAR BIASA mengatasi Stres

Bintang sendiri sampai detik ini masih sering menghadapi stres. Selalu saja ada masalah yang mendera dan membuat motivasi hidup semakin turun. Dan jika pikiran tidak mampu menampungnya sudah pasti stress dan bisa-bisa jadi gila. Ini bisa gawat! Sekali. Nah untuk itu bintang ingin memberikan beberapa tips mengatasi stres.

Artikel stress ini bintang tulis berdasar pengalaman pribadi dan berbagai referensi yang katanya bisa dipercaya.

1. BERTERIAK

Salah satu tips stres yang terbukti ampuh menghindarinya. Yaitu dengan berteriak! Saat stress, kita akan merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati. Lepaskan saja perasaan tidak enak itu. Berteriak sekencang-kencangnya. Supaya nggak malu ama tetangga… berteriak aja di kamar kedap suara. Kalau nggak punya ya dilapangan waktu nggak ada orang lain. Mengatasi stres secara keseluruhan mungkin tidak, tapi minimal akan jauh lebih baik dari sebelumnya

2.Berelaksasi

Cara mengatasi stres dengan berteriak mungkin akan sulit bagi yang tidak punya lingkungan yang memadai. Kalau begitu coba berelaksasi.

Apa itu? Pokoknya buat diri kamu baik itu hati dan tubuh menjadi tenang. Caranya! duduk saja santai menghadap cermin. Kemudian ambil nafas dalam-dalam dengan pelan. Tapi jangan ditahan..langsung deh keluarkan nafas itu dengan pelan-pelan juga.

Efeknya hati semakin tenang dan semakin menambah motivasi hidup.

3. Punya Hobi?

Cara tergampang untuk menghadapi stress, adalah dengan melakukan hobi. Kamu punya hobi sepakbola, dengerin lagu gratis, kenapa itu tidak kamu lakukan untuk mengatasi sress?

Tanyakan kenapa?

4. Buat diri kamu tertawa.

Artikel stres ini tidak menyuruh kamu untuk ketawa-ketiwi sendiri. Karena itu sudah bukan stres lagi tapi sudah menjurus ke GILA. Maksud dari tips stres ini adalah mengatasi stres dengan menonton/membaca sesuatu yang lucu.

Mungkin pelawak di indonesia mulai tidak lucu walau begitu masih. Tapi masih banyak hal yang bisa membuat kita tertawa seperti video lucu di youtube, website humor, atau mungkin buku humor.

5. Minum Susu

Konon katanya susu dapat menjadi tips stres ampuh. Menurut artikel stres yang saya baca, susu dapat mengurangi kadar hormon adrenalin dalam darah. Cara mengasi stres yang sama dengan pepatash ’sambil menyelam sambil minum susu”

6.Bicarakan stressnya.

Kalau uang bolehlah disimpan. Tapi kalau stress kenapa juga harus disimpan sendiri. Bicarakan masalah kamu dengan orang terdekat kamu entah itu teman, kerabat atau Ibu. Cara mengatasi stres yang paling gampang…

7. Apa itu kompetisi???

Salah satu penceramah motivasi hidup selalu mengatakan : Hidup ini selalu ada kompetisi untuk menjadi lebih baik. Itu memang benar…tapi bukan berarti setiap hari kita harus memikirkannya bukan.

Mengatasi stres : Jangan terlalu banyak memikirkan persaingan kamu menjadi lebih baik dari orang lain apalagi cemburu. Pikirkan saja diri kamu untuk selalu melakukan hal yang terbaik.

8. Selalu lihat sisi positif.

Seperti kata mas einstein: semua itu adalah relatif. Hal yang menurut kamu jelek bukan berarti orang lain akan menganggapnya jelek. Bingung? Inti dari artikel stres ini adalah apapun pasti ada sisi baik dan sisi buruk.

Saat kamu melihat sisi buruk maka itu adalah stres. Saat kamu melihat sisi baik itu adalah motivasi hidup.

Sosok Bersahaja Andy Flores Noya


Banyak tokoh yang muncul dan populer dengan dasar kebersahajaan dan kesederhanaan berfikir. Karakter dan kharisma mereka tampak seperti puncak gunung es.

Saya mengenal dulu ada karakter khas Bung Hatta, yang dengan kebersahajaan dia, bersama Soekarno, mengantarkan bangsa ini ke gerbang kemerdekaannya. Dengan kesederhanaan, ia seperti menjadi penyejuk dan stabilisator jiwa Soekarno yang cenderung revolusioner dan berapi-api. Sosok berhajanya merupakan sisi lain yang tak terpisahkan dari Dwitunggal, Soekarno Hatta.

Sekarang muncul pula tokoh yang berjiwa dan berkarakter pemikiran bersahaja, Andy F. Noya, seorang jurnalis dengan segala aktivitasnya. Ia memunculkan sisi lain dari kehidupan yang mungkin telah dilupakan atau disisihkan oleh sebagian besar orang, hati sanubari.

Membahas cara berfikir dan bersikap Andy F.Noya, saya menjadi terkenang akan tokoh wartawan senior Rosihan Anwar. Beliau pun menjunjung tinggi dan menunjukkan arti sebuah kebersahajaan.

ANDY F. NOYA selama ini lebih dikenal sebagai wartawan cetak. Lebih dari lima belas tahun dia bergumul dengan dunia jurnalistik untuk media cetak.

Pertama kali terjun sebagai reporter ketika pada 1985 Andy membantu majalah TEMPO untuk penerbitan buku Apa dan Siapa Orang Indonesia. Saat itu pemuda berdarah Ambon, Jawa, dan Belanda ini masih kuliah di Sekolah Tinggi Publisitik (STP) Jakarta.
Pada saat harian ekonomi Bisnis Indonesia hendak terbit (1985), Andy diajak bergabung oleh Lukman Setiawan, pimpinan di Grafitipers, salah satu anak usaha TEMPO. Maka Andy tercatat sebagai 19 reporter pertama di harian itu. Baru dua tahun di Bisnis Indonesia, Andy diajak oleh Fikri Jufri wartawan senior TEMPO untuk memperkuat majalah MATRA yang baru diterbitkan oleh TEMPO. Andy tertarik lalu bergabung.

MATRA agaknya bukan pelabuhan terakhirnya. Pada 1992 datang tawaran dari Surya Paloh, pemilik suratkabar Prioritas yang waktu itu dibreidel, untuk bergabung dengan koran Media Indonesia yang mereka kelola. Maka sejak itulah Andy kembali ke suratkabar.

Pada 1999, RCTI menghadapi masalah. Terjadi gejolak dikalangan wartawan program berita Seputar Indonesia berkaitan dengan adanya ketentuan yang mengharuskan PT Sindo, anak usaha RCTI yang menaungi Seputar Indonesia, untuk bergabung dengan RCTI sebagai induk. Bersama wartawan senior DjafarAssegaff, Andy diutus untuk membantu. Tugas utama adalah memimpin Seputar Indonesia sekaligus memuluskan proses transisi ke RCTI.

Pada tahun 2000, Metro TV mendapat ijin siaran. Surya Paloh memanggil Andy kembali untuk memimpin Metro TV sebagai pemimpin redaksi. Tiga tahun kemudian (2003) Andy ditarik kembali ke Media Indonesia dan menjadi pemimpin redaksi di suratkabar umum terbesar kedua itu.

Memasuki tahun 2006, saat pemimpin redaksi Metro TV Don Bosco mengundurkan diri, Andy Noya, yang kini menjadi wakil pemimpin umum di Media Indonesia, diminta merangkap menjadi pemimpin redaksi Metro TV menggantikan Don Bosco.

Dalam perjalanan kariernya Andy pernah menjadi host program Jakarta Round Up kemudian Jakarta First Channel di Radio Trijaya selama lima tahun (1994 sd 1999).

Sewaktu mahasiswa lelaki yang gemar renang dan baca ini rajin menulis di berbagai majalah dan suratkabar. Terutama cerpen dan puisi. Dia juga aktif mengirim karikatur dan kartun ke berbagai media nasional.

Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,’’ tutur Andy.

Maka, setamat STM 6 Jakarta, Andy melamar masuk ke Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang IISIP, Lenteng Agung). ’’Saya sekarang menikmati betul menjadi seorang jurnalis,’’ ujarnya

Semoga cerita dan kisah-kisah yang Andy sajikan menjadi bahan pembelajaran kita semua untuk menjadi manusia seutuhnya.